Faktor Kegagalan Kontraktor

Lemahnya kepemimpinan strategis adalah penyebab paling utama dari kebangkrutan kontraktor besar menurut sebuah studi mendalam oleh FMI Corporation.

Proyek konstruksi dipengaruhi oleh banyak variabel dan faktor-faktor yang tidak terduga. Pembangunan proyek konstruksi memerlukan banyak keahlian, material, alat, dan sumber daya yang berbeda. Mengelola faktor-faktor tadi bukanlah hal yang mudah terlebih terjadi banyak perubahan dalam pelaksanaan proyek. Diperlukan banyak keahlian dalam mengelola proyek. Faktor-faktor penentu kesuksesan perusahaan jasa konstruksi terdiri dari faktor internal, eksternal, dan market forces.
Pada pengadaan jasa konstruksi, faktor internal merupakan salah satu faktor yang sangat penting dan mempunyai pengaruh terhadap kinerja perusahaan. Permasalahan yang disebabkan faktor internal mempunyai pengaruh yang cukup besar sehingga dapat menurunkan kinerja waktu dan biaya pada proyek-proyek konstruksi. Faktor-faktor utama penyebab kegagalan kontraktor adalah :
1     Penafsiran harga yang lemah atau catatan-catatan tentang pembiayaan pekerjaan terdahulu yang kurang tepat.
2     Munculnya kejadian-kejadian yang tak terduga, misalnya terjadinya penangguhan pekerjaan, kenaikan upah dan harga yang tak terduga, keputusan pemilik proyek yang terlambat, dan perubahan desain.
3     Manajemen proyek yang lemah, kemampuan manajer proyek yang kurang sesuai dan dukungan manajemen pusat yang tidak selaras dengan lapangan.
4     Bencana alam, banyak kecelakaan tidak dilindungi oleh asuransi.
5     Pemilik bangkrut

Penelitian yang dilakukan oleh FMI telah menemukan 200 faktor-faktor kegagalan kontraktor. Dimana faktor terbesarnya adalah lemahnya kepemimpinan strategis dalam mengelola proyek. Menurut FMI, mengelola dan memimpin secara efektif adalah kunci utama sekaligus masalah yang dihadapi oleh perusahaan konstruksi. Umumnya kegagalan kontraktor tidak disebabkan oleh satu faktor tunggal melainkan beberapa faktor yang saling berinteraksi atau terkait. Ada lima faktor utama yang menyebabkan kontraktor mengalami kegagalan yaitu:

  • Lemahnya kepemimpinan strategis (76%)
  • Ego yang berlebihan (62%)
  • Perubahan yang terlalu banyak (90%)
  • Rendahnya disiplin (45%)
  • Kapitalisasi yang tidak memadai (58%)

About budisuanda

Praktisi dan akademisi manajemen proyek
This entry was posted in Kontraktor and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s